THOUSANDS OF FREE BLOGGER TEMPLATES

Kamis, 11 Agustus 2011

♥ƸӜƷ ♥Duhai Pemilik Tulang Rusukku - Aku Menunggumu♥ƸӜƷ ♥ (¯`*•(¯`*•(¯`(¯`*•(¯`*•.¸_​..ƸӜ​Ʒ.._¸.•*´¯).•*´¯).•*´​¯)¸.•*´¯)

Kepada pria -pria akhir zaman..
Jangan kau harapkan sebuah kesempurnaan..
...
kepada wanita yang kau jadikan pasangan..
Karena wanita juga punya keterbatasan..
Ingatlah....
Wanita yang akan kau nikahi tak setangguh Khadijah...
Yang mengorbankan apapun untuk kekasih Allah..
Ia tak seperti Aisyah,yang luar biasa kecerdasannya..
Ia juga tak sesholehah Fatimah Az-Zahra..
Karena ia hanya wanita akhir zaman..
Yang tentu memiliki banyak kesalahan dan kelemahan..
Ia hanya ingin mendampingimu dengan kesederhanaan yang dimilikinya..
menjadi satu satunya hawa dalam duniamu...menemanimu dalam sisa hidupnya.
Bersama mengarungi sisa sisa episode kehidupan dari-Nya....

Kepada pria pria akhir zaman....
Sayangilah pendampingmu...
Seperti engkau menyayangi dirimu sendiri.
Jika engkau menyakitinya...
Ingatlah bahwa engkau telah menyakiti dirimu....
Kerana wanita adalah mahkluk indah yg diciptakan dari rusukmu..
bagian dari dirimu.....

Kepada wanita wanita akhir zaman...
Ingatlah...
Pria yang akan kau nikahi tak akan sesempurna Muhammad..
Tak akan sekaya sulaiman dgn harta harta duniawi yang dititipkan Nya..
Ia juga tak setampan Yusuf, karena ia hanya pria pria akhir zaman.
Yang akan menjadi imam diduniamu dan akhiratmu...
Yang akan mendampingimu disurgaNya
dan menjadi ayah dari para mujahid n mujahidah dari rahimmu...


Kepada wanita wanita akhir zaman...
Sayangilah pendampingmu ...
lebih dari engkau menyayangi dirimu sendiri..
Kerana merekalah yang akan membopongmu ke surgaNya...
Berbaktilah pada mereka....
kerana surgamu terletak pada keridhoannya....

Semoga bermanfaat
Salam Ukhuwah Fillah

Rabu, 10 Agustus 2011

_ Ternyata, Tak SeSholehah Yang Kukira _-

Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum warhmatullahi wabarakatuh
=========================
" Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat. "
(Q.S, Al-A’raaf :26)
--------------------------
-----------------------------------------------------------------
" Pagi yang istimewa ", batinku tadi pagi sembari mengeluarkan motor dari garasi, aku baru saja menyadari ada yang berbeda di pagi ini. Nuansa alam yang kusuka : mendung sedikit panas. Suasana yg punya nuansa tersendiri bagiku, nuansa romantis.

Setiba dikampus, aku menjalani kehidupan kampus dengan ceria. Mengajar dan kuliah kali ini cukup menyenangkan. Hmm, menjadi wanita populer memang menyenangkan. disapa banyak kalangan, diperhatian banyak orang, dan yang pasti ini menjadi peluang agar bisa memberi lebih banyak manfaat bagi orang..

Sore menjelang petang. ” Saatnya pulang”, pikirku. Aku melangkah menuju lapangan parkir yang terletak di sudut kampus. Masih tersisa 5 motor, motorku salah satunya. Hmm, cukup sepi ternyata. Namun tiba-tiba, aku mengernyitkan dahi dan tanganku tertahan. Ada amplop cantik berwarna biru muda terselip di keranjang kecil motorku. Awalnya tanganku ragu untuk mengambilnya, sampai akhirnya kuyakini amplop itu tak lain adalah untukku, walau identitas pengirim tak terbaca oleh mata jeliku.

Kucoba merobek tepi amplop itu, hingga kutemukan secarik kertas berwarna putih dengan tulisan besar.

Deg!
Seketika mataku terbelalak, bibirku tak bergeming, tanganku berkeringat dingin, dan ... ” Yaa Allah!” aku berteriak.

” Ternyata, tak sesholehah yang kukira..!”.
Lututku lemas, dan tubuhku jatuh terduduk.. Aku.. aku menangis seketika itu juga membaca sepucuk surat yang hanya bertuliskan 1 kalimat itu. Tulisan tangan berwarna merah yang dibuat dengan ukuran ekstra besar.

Sepanjang perjalanan pulang dengan mengendarai motor, hampir sering aku melamun. Klakson motor dan mobil menegurku berkali-kali. Puffh, di otakku hanya ada kejadian itu. Hanya itu. Hanya itu. Sampai akhirnya setibaku dirumah, wudhu menjadi pelarianku. Adzan magrib yang bersahut-sahutan itu makin membuatku ingin bergegas. Bergegas takbir, sujud dan salam. Sudah cukup, hatiku tak kuat lagi menahan teguran itu..tangisanku meledak tak tertahankan.Aku hanya wanita yang dititipkan beberapa keindahan oleh-Nya. Pintar, kaya, cantik dan sholehah. Setidaknya itu menurut banyak orang dikampusku. Begitu kebanyakan penilaian orang padaku. Namun, sejak kejadian sore itu, hatiku terhenyak, seakan aku disadarkan akan suatu hal yang sering terlupakan.

Kupikir aku termasuk muslimah yg cukup berilmu. Tapi ternyata, kajian-kajian keIslaman yg sering aku ikuti belum bisa teraplikasikan dlm hidupku. 

Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Kupikir aku termasuk muslimah yang dicintai banyak orang. Tapi ternyata, tak sedikit yang sakit hati hanya karena lisanku. Apa karena aku masih kekanak-kanakan, sehingga tak cukup dewasa menanggapi omongan orang?

Ya, kupikir aku sholehah, tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Kupikir aku termasuk muslimah yang teguh dalam pendirian. Tapi ternyata, aku sempat terpikir untuk melepas jilbab yang telah lama kupakai, entah mengapa. Kini aku bebas berikhtilat dengan lawan jenis, berfoto bersama mereka, mengupload-nya di facebook. Mengumbar foto-fotoku di album foto di facebook, di Blog yang aku kelola, dan masih banyak lagi. Mungkin aku terlihat cantik dihadapan orang lain. Tapi entah, apakah aku terlihat cantik dihadapan penciptaku?

Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Kupikir aku termasuk muslimah yang mampu menjaga hijab. Tapi ternyata, aku masih saja belum bisa menjaga hati terhadap lawan jenis, apalagi kalau ada ikhwan yg tampan atau aktivis kampus, sampai kadang mata dan hati ini terlarut oleh perasaan, sehingga muncul virus-virus perusak hati, seakan terlupa oleh ayat Allah: ”Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Surah Al-Israa’ : 32).

Ya, mendekati zina! Aku.. aku mengakui itu adalah kebenaran. Tapi kini aku merasa aku menjadi wanita yang lemah tak berdaya, karena aku menyerah saat tahu bahwa aku terlanjur terpenjara oleh perasaan cinta yang tak halal.

Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Kupikir aku termasuk muslimah yang mampu menjaga niatan dalam hati. Tapi ternyata, aku bangga menjadi wanita populer yang sering menampakkan diri di depan umum. Aku memang bukan sedang mengikuti ajang puteri indonesia yang intinya pamer kecantikan dan kepintaran... tapi, hatiku gampang terkotori untuk bangga mendapatkan pujian. Hatiku mudah terprovokasi untuk riya’..

Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Kupikir aku termasuk muslimah yang istiqomah mengamalkan ilmu agama. Tapi ternyata, aku kadang masih mau berduaan dengan lelaki yang bukan mahram. Aku menyadari, ada muslimah lain yang bisa kuajak menamaniku bertemu lelaki itu, tapi entahlah.. aku segan memintanya menemaniku. Hhmm segan? Tidak. Aku hanya ingin sedikit menikmati rasanya berdua dengan seorang lelaki walau dalam tempo yang tidak lama.

Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Kupikir aku termasuk muslimah yang lembut hati dan tutur katanya. Tapi ternyata, kadang ada saja orang yg sakit hati karena omonganku. Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Kupikir, aku termasuk muslimah yang banyak berkontribusi untuk da’wah. Tapi ternyata, aku menjadi muslimah yang tidak jauh beda dengan orang-orang yang sukanya menghina dan mencela jam'aah lain yang berjuang di jalan dakwah.

Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Aku hampir saja sombong dalam menilai diriku sendiri. Sampai akhirnya, Allah menegurku dengan kuasa-Nya. Aku tertipu tak lain oleh diriku sendiri. Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Kupikir, aku termasuk muslimah yang qonaah dalam menerima takdir Allah, tentang pembagian rejeki dan bentuk wajah yang telah diberikan Allah untukku, tp aku masih suka tak bersyukur dengan mencela betapa sedikitnya penghasilanku dan betapa kurang cantiknya wajahku dibanding akhwat-akhwat yg lain. 

Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Kupikir, aku tak pernah melukai perasaan sahabat-sahabatku. Tapi betapa mereka sering tersakiti hanya karena sebuah prasangka buruk dariku terhadap mereka yang belum tentu benar. Betapa seringnya aku enggan untuk meminta maaf lebih dulu kepada mereka mengingat aku merasa lebih baik dari mereka. Betapa sombongnya diri ini. 

Ya, kupikir aku sholehah. Tapi ternyata, aku tak sesholehah yang kukira...

Sekarang aku mengetahui, predikat Sholehah hanya Allah-lah yang menilai. Bukan dari manusia. Kalau dibilang cantik, pintar, kaya, memang iya pernyataan mereka itu tidak ada yg salah. Tapi kalau sholehah..?? Tidak ada satu orangpun yg berhak memberi penilaian bahwa aku sudah sholehah, kecuali Allah Yang Maha Mulia.
Rabbul Izzati..ampuni hamba yg telah dzalim ini.
(sedang mengaca pada cermin.....melihat sesosok wanita dalam raga ini.....sudah sholehahkah diriku..??)
“Dunia Adalah Perhiasan dan Sebaik-baik Perhiasan Adalah Wanita Sholehah” [Al-Hadist]
Wallau’alam bishowab
=====
Sebuah renungan untukku, untukmu, untuk kita semua.
Semoga tulisan ini dapat membuka pintu hati yang terkunci
Barakallahufiikum.semoga bermanfaat
Wassalamu'alaikum warohmatullahi wabarokatuh
--------------------------
------
===
===
Dipersilahkan bagi yang ingin share or copas, semuanya milik bersama
Prinsip ABC
A mbil yang baik
B uang yang buruk
C iptakan yang baru
Keep Istiqomah wa HAMASAH
^_senyum_^

Hope (1)

Ya Allah..
Andainya dia baik untukku, demi duniaku dan akhiratku,
Maka satukanlah kami dalam istilah cinta yang akan berakhir dengan perkahwinan,
Tapi andainya dia tidak baik demi duniaku dan akhiratku,
Maka pisahkalah kami dalam istilah persahabatan dan persaudaraan Islam..
Aamiin ya Robb..

Rabu, 03 Agustus 2011

Teruntuk Seseorang yang mendampingi hidupke kelak.. (¯`*• (¯`*•(¯`*•.¸_..ƸӜƷ.._¸.•*´​¯).•*´¯).•*´¯)


Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang...
Ya Allah...
Seandainya telah Engkau catatkan...
Dia milikku tercipta buatku...
Satukanlah hatinya dengan hatiku...
Titipkanlah kebahagiaan antara kami...Agar kemesraan itu abadi...

Ya Allah...
Ya Tuhanku yang Maha Mengasihani...
Seiringkanlah kami melayari hidup ini..
Ketepian yang sejahtera dan abadi...
Maka jodohkanlah kami...

Tetapi Ya Allah...
Seandainya telah Engkau takdirkan Dia bukan milikku...
Bawalah dia jauh daripada pandanganku...
Luputkanlah dia dari ingatanku...
Dan peliharalah aku dari kekecewaan...

Ya Allah..
Ya Tuhanku yang Maha Mengerti...
Berikanlah aku kekuatan...
Menolak bayangannya jauh ke dada langit...
Hilang bersama senja yang merah...
Agarku sentiasa tenang...
Walaupun tanpa bersama dengannya...

Ya Allah yang tercinta...
Pasrahkanlah aku dengan takdir-Mu...
Sesungguhnya apa yang telah Engkau takdirkan ..
Adalah yang terbaik untukku...
Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui...
Segala yang terbaik buat hamba-Mu ini...


Ya Allah...
Cukuplah Engkau saja yang menjadi pemeliharaku...
Di dunia dan akhirat...
Dengarkanlah rintihan daripada hamba-Mu yang daif ini...
Jangan Engkau biarkan aku sendirian...
Di dunia ini mahupun di akhirat...
Menjerumuskan aku ke arah kamaksiatan dan kemungkaran...
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yang beriman...
Agar aku dan dia sama-sama dapat membina kesejahteraan hidup...
Ke jalan yang Engkau redhai...
Dan kurniakanlah kepadaku keturunan yang soleh dan solehah...

Ya Allah...
Berikanlah kami kebahagiaan di dunia dan akhirat...
Dan peliharalah kami dari azab api Neraka...
Aamiin..Aamiin..Aamiin....
..Ya Rabbal 'Aalamin............

♫•*¨*•,, TAK SEORANG PUN SEMPURNA ♫•*¨*•.¸¸

         Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar meskipun terbukti salah
...
Bila kita mengisi hati kita dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
kita tak memiliki hari ini untuk kita syukuri.

Pikiran yang terbuka dan mulut yang tertutup, merupakan suatu kombinasi kebahagiaan.
Semakin banyak Anda berbicara tentang diri sendiri,
semakin banyak pula kemungkinan untuk Anda berbohong.

Jika Anda tidak bisa menjadi orang pandai, jadilah orang yang baik.
Iri hati yang ditunjukan kepada seseorang akan melukai diri sendiri.

Anda cuma bisa hidup sekali saja di dunia ini,
tetapi jika anda hidup dengan benar,sekali saja sudah cukup.

Kenangan indah masa lalu hanya untuk dikenang, bukan untuk diingat-ingat.
Rasa takut bukanlah untuk dinikmati,tetapi untuk dihadapi.
Orang bijaksana selalu melengkapi kehidupannya dengan banyak persahabatan.

Buka mata kita lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kita setengah terpejam sesudahnya

Persahabatan sejati layaknya kesehatan, nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya
Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kita senang dan perisai diwaktu kita susah
Namun kita tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kita mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.
Karena semua manusia itu baik kalau kita bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kita bisa melihat keunikannya

tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kita tidak bisa melihat keduanya.
Semulia-mulia manusia ialah siapa yang mempunyai adab,
merendahkan diri ketika berkedudukan tinggi,
memaafkan ketika berdaya membalas dan bersikap adil ketika kuat.

Sesungguhnya sebagian perkataan itu ada yang lebih keras dari batu,lebih tajam dari tusukan jarum,
lebih pahit daripada jadam dan lebih panas daripada bara.

Sesungguhnya hati adalah ladang,maka tanamkanlah ia dengan perkataan yang baik
karena jika tidak tumbuh semuanya (perkataan yang tidak baik) niscaya tumbuh sebagiannya.

Tidak ada simpanan yang lebih berguna daripada ilmu.
Tidak ada sesuatu yang lebih beruntung daripada adab.
Tidak ada kawan yang lebih bagus daripada akal.
Tidak ada benda ghaib yang lebih dekat daripada maut.

Semoga bermanfaat


Minggu, 24 Juli 2011

(¯`*• AKU INGIN DICINTAI KARENA ALLAH (¯`*• ♥•♥...¸.·´... ¸.·´¨) ¸.·*¨) (¸.·´ (¸.·´ .¸¸.·¨¯`·. ♥•♥•★•★


Jika kau mencintaiku karena sifatku yang ceria..
Menjadi semangat yang menyala di dalam hati mu.
Kemudian aku bertanya..
Bila keceriaan itu kelam dirundung duka..
Seberapa muram cintamu kan ada?

Jika kau mencintaiku karena ketampananku..
Menyejukkan setiap mata yang memandangnya..
Kemudian aku bertanya..
Saat ketampanan itu memudar ditempuh usia..
Seberapa pudarkah kelak cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena ramah hatiku..
Memberi kehangatan dalam setiap sapaanmu..
Kemudian aku bertanya..
Kiranya keramahan itu tertutup kabut prasangka..
Seberapa mampu cintamu memendam praduga?

Jika kau mencintaiku karena cerdasnya diriku..
Membuatmu yakin pada putusanku..
Kemudian aku bertanya..
Ketika kecerdasan itu berangsur hilang menua..
Seberapa bijak cintamu tuk tetap mengharapku?

Jika kau mencintaiku karena kemandirian yang ku miliki..
Menyematkan rasa bangga mu yang mengenalku..
Kemudian aku bertanya..
Jika di tengah itu rasa manjaku tiba menyeruak..
Seberapa tangguh cintamu tuk tetap bersamaku?

Jika kau mencintaiku karena tegarnya sikapku..
Menambatkan rasa kagum pada kokohnya pertahananmu..
Kemudian aku bertanya..
Andai ketegaran itu rapuh diterpa badai..
Seberapa kuat cintamu bertahan?


Jika kau mencintaiku karena pengertian yang ku berikan..
Menumbuhkan ketenangan karena kepercayaan yang ku tanam
Kemudian aku bertanya..
Kelak pengertian itu tertelan oleh ego sesaat..
Seberapa kau mampu mengerti cinta ini?

Jika kau mencintaiku karena luasnya danau kesabaranku..
Menambah dalamnya rasa cinta semakin kau mengenalku..
Kemudian aku bertanya..
Mungkin kesabaran itu mencapai batas membendung kesalahanku..
Seberapa besar cinta mampu memaafkan?

Jika kau mencintaiku karena keteguhan imanku..
Bagai siradj yang benderang mengantarkan cahaya..
Kemudian aku bertanya..
Kala iman itu jatuh menurun..
Seberapa berkurang akhirnya cintamu padaku?

Jika kau mencintaiku karena..
Ku yang tlah kau pilih sebagai cinta yang kan kau pegang sepanjang hayat..
Kemudian aku bertanya..
Pun hati ini tergoncang..
Seberapa mantap cinta ini tuk tetap setia?

Andai sejuta alasan tak cukup..
Untuk membuat cinta ini tetap bersama diriku..
Maka biar kupinta satu alasan tuk menjaga cinta ini....

Aku ingin kau cintai karena Allah..
Karena Dia kan selalu ada tuk menjaga..
Maka cintaku kan tetap utuh dan setia..
Hingga kelak, ku tak mampu lagi mencintaimu..
Karena cintaku berpulang pada-Nya..

Semoga bermanfaat